<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>dnr ayuvew's Blog</title>
	<atom:link href="http://ayuvew.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ayuvew.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2009 12:17:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ayuvew.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>dnr ayuvew's Blog</title>
		<link>http://ayuvew.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ayuvew.wordpress.com/osd.xml" title="dnr ayuvew&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ayuvew.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>CINTA</title>
		<link>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/17/cinta/</link>
		<comments>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/17/cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 06:32:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayuvew</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kagum]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuvew.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita suka sama seseorang, kita nggak harus miliki dia, karena itu bukan cinta tapi nafsu, apa yang kita beri jangan kita minta lagi, itu namanya pamrih, apa yang kita rasakan, jangan paksa dia untuk merasakannya, itu namanya membuat orang menderita, kita juga nggak harus dekat sama orang yang kita sayangi, karna itu nggak menunjukkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayuvew.wordpress.com&amp;blog=6418707&amp;post=77&amp;subd=ayuvew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kita suka sama seseorang, kita nggak harus miliki dia, karena itu bukan cinta tapi nafsu, apa yang kita beri jangan kita minta lagi, itu namanya pamrih, apa yang kita rasakan, jangan paksa dia untuk merasakannya, itu namanya membuat orang menderita, kita juga nggak harus dekat sama orang yang kita sayangi, karna itu nggak menunjukkan kalau kita sayang sama dia, kalo kita cuman ingin dia tau kalau kita sayang sama dia, dan kita mau memiliki dia tanpa orang lain yang bisa dekat sama dia, trus kita cuman ingin menjadikan dia sebagai sosok yang bisa membuat kalau orang lain kagum pada kita karena bisa memilikinya!! Semua itu salah, kita bisa mencintai seseorang dengan puas, tanpa memiliki dia, dan itu hanya dengan hati kita, karena nggak yang bisa memaksakan semua itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayuvew.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayuvew.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayuvew.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayuvew.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayuvew.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayuvew.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayuvew.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayuvew.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayuvew.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayuvew.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayuvew.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayuvew.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayuvew.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayuvew.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayuvew.wordpress.com&amp;blog=6418707&amp;post=77&amp;subd=ayuvew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/17/cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3fc9af757aa1985acb7a364fdab57d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayuvew</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ASAL USUL SELAT BALI</title>
		<link>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/14/asal-usul-selat-bali/</link>
		<comments>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/14/asal-usul-selat-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 09:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayuvew</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuvew.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran. Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayuvew.wordpress.com&amp;blog=6418707&amp;post=66&amp;subd=ayuvew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran.</p>
<p>Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, &#8220;Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau memberi sedikit hartanya.&#8221;</p>
<p><span id="more-66"></span></p>
<p>Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, dia duduk bersila. Sambil membunyikan genta dia membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih. Tidak lama kernudian sang Naga keluar. Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Setelah mengucapkan terima kasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan harapan dia tidak akan berjudi lagi. Tentu saja tidak lama kemudian, harta itu habis untuk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantu anakya.</p>
<p>Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra. Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.</p>
<p>Setelah sampai di kawah Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan gentanya. Bukan main takutnya ia waktu ia melihat Naga Besukih. Setelah Naga mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran, dia berkata, &#8220;Akan kuberikan harta yang kau minta, tetapi kamu harus berjanji untuk mengubah kelakuanmu. Jangan berjudi lagi. Ingatlah akan hukum karma.&#8221;</p>
<p>Manik Angkeran terpesona melihat emas, intan, dan permata di hadapannya. Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Karena ingin mendapat harta lebih banyak, dengan secepat kilat dipotongnya ekor Naga Besukih ketika Naga beputar kembali ke sarangnya. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi karena kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi abu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga.</p>
<p>Mendengar kematian anaknya, kesedihan hati Sidi Mantra tidak terkatakan. Segera dia mengunjungi Naga Besukih dan memohon supaya anaknya dihidupkan kembali. Naga menyanggupinya asal ekornya dapat kembali seperti sediakala. Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga. Setelah Manik Angkeran dihidupkan, dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi dia juga mengerti bahwa mereka tidak lagi dapat hidup bersama.</p>
<p>&#8220;Kamu harus mulai hidup baru tetapi tidak di sini,&#8221; katanya. Dalam sekejap mata dia lenyap. Di tempat dia berdiri timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut. Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang mernisahkan dia dengan anaknya. Sekarang tempat itu menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayuvew.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayuvew.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayuvew.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayuvew.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayuvew.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayuvew.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayuvew.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayuvew.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayuvew.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayuvew.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayuvew.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayuvew.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayuvew.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayuvew.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayuvew.wordpress.com&amp;blog=6418707&amp;post=66&amp;subd=ayuvew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/14/asal-usul-selat-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3fc9af757aa1985acb7a364fdab57d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayuvew</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SANG PUTRA FAJAR</title>
		<link>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/14/sang-putra-fajar/</link>
		<comments>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/14/sang-putra-fajar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 09:40:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayuvew</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA]]></category>
		<category><![CDATA[SOEKARNO-HATTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuvew.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Aku adalah putra seorang ibu Bali dari kasta Brahmana. Ibuku, Idaju, berasal dari kasta tinggi. Raja terakhir Singaraja adalah paman ibuku. Bapakku dari Jawa. Nama lengkapnya adalah Raden Sukemi Sosrodihardjo. Raden adalah gelar bangsawan yang berarti, Tuan. Bapak adalah keturunan Sultan Kediri&#8230; Apakah itu kebetulan atau suatu pertanda bahwa aku dilahirkan dalam kelas yang memerintah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayuvew.wordpress.com&amp;blog=6418707&amp;post=62&amp;subd=ayuvew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Aku adalah putra seorang ibu Bali dari kasta Brahmana. Ibuku, Idaju, berasal dari kasta tinggi. Raja terakhir Singaraja adalah paman ibuku. Bapakku dari Jawa. Nama lengkapnya adalah Raden Sukemi Sosrodihardjo. Raden adalah gelar bangsawan yang berarti, Tuan. Bapak adalah keturunan Sultan Kediri&#8230;</p>
<p>Apakah itu kebetulan atau suatu pertanda bahwa aku dilahirkan dalam kelas yang memerintah, akan tetapi apa pun kelahiranku atau suratan takdir, pengabdian bagi kemerdekaan rakyatku bukan suatu keputusan tiba-tiba. Akulah ahli-warisnya.&#8221; Ir. Soekarno menuturkan kepada penulis otobiografinya, Cindy Adam.</p>
<p>Putra sang fajar yang lahir di Blitar, 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai, diberi nama kecil, Koesno. Ir. Soekarno, 44 tahun kemudian, menguak fajar kemerdekaan Indonesia setelah lebih dari tiga setengah abad ditindas oleh penjajah-penjajah asing.</p>
<p><span id="more-62"></span></p>
<p>Soekarno hidup jauh dari orang tuanya di Blitar sejak duduk di bangku sekolah rakyat, indekos di Surabaya sampai tamat HBS (Hoogere Burger School). Ia tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Jiwa nasionalismenya membara lantaran sering menguping diskusi-diskusi politik di rumah induk semangnya yang kemudian menjadi ayah mertuanya dengan menikahi Siti Oetari (1921).</p>
<p>Soekarno pindah ke Bandung, melanjutkan pendidikan tinggi di THS (Technische Hooge-School), Sekolah Teknik Tinggi yang kemudian hari menjadi ITB, meraih gelar insinyur, 25 Mei 1926. Semasa kuliah di Bandung, Soekarno, menemukan jodoh yang lain, menikah dengan Inggit Ganarsih (1923).</p>
<p>Soekarno muda, lebih akrab dipanggil Bung Karno mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia), 4 Juni 1927. Tujuannya, mendirikan negara Indonesia Merdeka. Akibatnya, Bung Karno ditangkap, diadili dan dijatuhi hukuman penjara oleh pemerintah Hindia Belanda. Ia dijeboloskan ke penjara Sukamiskin, Bandung, 29 Desember 1949.</p>
<p>Di dalam pidato pembelaannya yang berjudul, Indonesia Menggugat, Bung Karno berapi-api menelanjangi kebobrokan penjajah Belanda.</p>
<p>Bebas tahun 1931, Bung Karno kemudian memimpin Partindo. Tahun 1933, Belanda menangkapnya kembali, dibuang ke Ende, Flores. Dari Ende, dibuang ke Bengkulu selama empat tahun. Di sanalah ia menikahi Fatwamati (1943) yang memberinya lima orang anak; Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rahmawati, Sukmawati dan Guruh Soekarnoputri.</p>
<p>Soekarno adalah seorang cendekiawan yang meninggalkan ratusan karya tulis dan beberapa naskah drama yang mungkin hanya pernah dipentaskan di Ende, Flores. Kumpulan tulisannya sudah diterbitkan dengan judul Dibawah Bendera Revolusi, dua jilid. Dari buku setebal kira-kira 630 halaman tersebut, tulisan pertamanya (1926), berjudul, Nasionalisme, Islamisme, dan Marxism, bagian paling menarik untuk memahami gelora muda Bung Karno.</p>
<p>Tahun 1942, tentara pendudukan Belanda di Indonesia menyerah pada Jepang. Penindasan yang dilakukan tentara pendudukan selama tiga tahun jauh lebih kejam. Di balik itu, Jepang sendiri sudah mengimingi kemerdekaan bagi<br />
Indonesia.Penyerahan diri Jepang setelah dua kota utamanya, Nagasaki dan Hiroshima, dibom atom oleh tentara Sekutu, tanggal 6 Agustus 1945, membuka cakrawala baru bagi para pejuang Indonesia. Mereka, tidak perlu menunggu, tetapi merebut kemerdekaan dari Jepang.</p>
<p>Setelah persiapan yang cukup panjang, dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Drs Muhammad Hatta, mereka memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945</p>
<p class="MsoNormal">DARI Proklamator Kemerdekaan RI &#8211; Ir. Soekarno (1901-1970)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayuvew.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayuvew.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayuvew.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayuvew.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayuvew.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayuvew.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayuvew.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayuvew.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayuvew.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayuvew.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayuvew.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayuvew.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayuvew.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayuvew.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayuvew.wordpress.com&amp;blog=6418707&amp;post=62&amp;subd=ayuvew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/14/sang-putra-fajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3fc9af757aa1985acb7a364fdab57d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayuvew</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RAHASIA BATU-BATU KECIL</title>
		<link>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/14/rahasia-batu-batu-kecil/</link>
		<comments>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/14/rahasia-batu-batu-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 09:30:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayuvew</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA]]></category>
		<category><![CDATA[ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[bagus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuvew.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Ibu Zahra adalah guru favorit anak-anak Darusslam. Ia mengajar pelajaran agama islam. Salah satu alasan kenapa ia disengai oleh ibunya karena. . . Ya, Ibu Zahra memang baik hati. &#8220;Baik hati bukan berarti tidak boleh marah. Kalau ada di antara kalian yang malas belajar, jelas ibu tidak suka. Jika ada murid yang berbohong, jelas Ibu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayuvew.wordpress.com&amp;blog=6418707&amp;post=57&amp;subd=ayuvew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu Zahra adalah guru favorit anak-anak Darusslam. Ia mengajar pelajaran agama islam. Salah satu alasan kenapa ia disengai oleh ibunya karena. . . Ya, Ibu Zahra memang baik hati.</p>
<p>&#8220;Baik hati bukan berarti tidak boleh marah. Kalau ada di antara kalian yang malas belajar, jelas ibu tidak suka. Jika ada murid yang berbohong, jelas Ibu akan memarahinya. Apalagi jika di antara murid Ibu ada yang mencuri, tangan Ibu ini bisa melayang kena pantatnya.&#8221; Begitu suatu kali ketika ia mendengar ada murid yang memujinya.</p>
<p>&#8220;Klian tentu ingat dengan hapalan selama dua hari ini. Ayo, siapa yang ingat. Ayat berapa dan dari surat berapakah itu?&#8221; Tanya Bu Zahra setelah siswanya selesai membereskan buku iqra.</p>
<p>&#8220;Surat Al-Luqman ayat 31!&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah, bagus-bagus. Sekarang siapa yang tahu artinya?&#8221;.</p>
<p><span id="more-57"></span></p>
<p>Tidak seperti biasanya, kini tak ada adegan mengacungkan tangan. &#8220;Lho, Ibu kan belum mengajarkannya&#8221;. Sarah, mewakili kawan-kawannya, memberikan alasan kenapa mereka tidak ada yang dapat menjawab.</p>
<p>&#8220;Betul, begitu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Betulll&#8221; Waduh, kompak betul, ya, mereka</p>
<p>&#8220;Baiklah kalu begitu, Ibu akan menuliskan artinya. Klian catat, dan nanti siapa yang sudah selesai cepat temuoi Ibu ditaman samping masjid. Janji&#8230;</p>
<p>&#8220;Kami perintahkan kepada manusia agar berbuatbaik kepada kedua ibu-bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Berterima kasihlah kepada-Ku dan kepada kedua kedua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembali.&#8221;</p>
<p>Bu Zahra mengangkat tangannya menirukan pejabat yang sedang diangkat sumpahnya. Banyak sekali, cerita mengenai ayat ini yang akan Ibu sampaikan.&#8221;</p>
<p>Semua siswa tentu saja gembira mendapat janji akan dihadiahi cerita. Wua-lah, lihat! Mereka sibuk sekali menyiapkan alas tulisnya. Hi. . . hi, mereka kayak mengikuti lomba menulis cepat saja.</p>
<p>Siiipp, semua siswa sekarang sudah kumpul di taman masjid. Aduh, senang sekali melihatnya. Mereka semua begitu bergembira. Duduk membentuk setengah lingkaran, menghadap ke ibu guru yang menyambut muridnya dengan gembira.</p>
<p>&#8220;Nah, sebelum Ibu memulai ceritanya. Sekarang Ibu ingin tahu, mengerti-tidak kalian dengan maksud ayat tadi?&#8221; Tanya Ibu Zahra sebeluim bercerita dimulai.</p>
<p>&#8220;Ya, jangan terburu-buru bilang tidak mengerti, dong,&#8221; komentar Bu Zahra kepada muridnya yang serentak menggelengkan kepala. &#8220;Coba tanyakan pada Ibu apa yang kalian tidak mengerti.&#8221;</p>
<p>Sesuai permintaan gurunya, murid-murid membuka buku catatan dan membaca kembali apa yang telah ditulis tadi. Terdengar bisik-bisik di antara mereka. Nampaknya, mereka sedang mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan. Seperti biasa, itulah murid-murid Bu Zahra, santai tapi serius. Waktunya santai, ya santai. Waktunya serius, ya serius.</p>
<p>&#8220;Bu, apa betul sewaktu ibuku mengandung itu, ia semakin hari semakin melemah?&#8221; hakim paling duluan bertanya.</p>
<p>Sambil melirik ke Hakim, Salsabillah segera menyambungnya. &#8220;Bu, aku jadi heran. Apa betul ibu itu kepayahan waktu mengandungku.&#8221;</p>
<p>&#8221; Lho, memangnya kenapa Salsa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau memang kepayahan, kenapa setelah melahirkanku, ibu mau mengandung lagi? Adikku tiga lho, Bu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, betul Bu, apa yang ditanyakan kawan-kawan. Menurut Santi sendiri, ibu sepertinya tidak dapat susah seperti mengandung. Buktinya, ibu Santi sangat senang waktu diberitahukan dokter kalau sebentar lagi ibu akan melahirkan.&#8221; Santi dengan bangga memberikan dukungan kepada kawan-kawannya.</p>
<p>&#8220;Wah, wah, bagaimana kalian ini. Sekali diberikan kesempatan bertanya, sukanya pasti memberondong Ibu dengan banyak pertanyaan,&#8221; kata Bu Zahra sambil tersenyum. Bangga ia mendengar pertanyaan-pertanyaan yang diajukan muridnya.</p>
<p>Tapi hari ini, Bu Zahra lagi banyak tingkahnya. Lihatlah, itu. Pertanyaan muridnya belum juga dijwab, ia sudah mengajukan permintaan yang aneh-aneh. Buktinya, sekarang ia tugaskan murid-muridnya mengumpulkan batu-batu kecil, yang memang banyak terdapat di halaman masjid.</p>
<p>Sekalipun bingung mendengar permintaan gurunya, mereka menurut juga mengumpulkan batu-batu itu. Dan . . . &#8220;Selamat bekerja, ya!&#8221; gurau Bu Zahra sambil berjalan ke arah ruang guru. &#8220;Wew, Ibu kok gitu sih!&#8221; Ia hanya tersenyum mendengar gerutuan gurunya.</p>
<p>Tapi apa, ya, yang diinginkan Bu Zahra? Aih, coba lihat apa yang dibawanya? Hi. . . hi, ia ternyata membawa timbangan. Wah, benar juga nih. Bu Zahra kali ini lagi aneh tingkahnya. Sudah tak jelas kapan ia memulai bercerita. Kesal karena ia belum menjawab pertanyaan. Eh, ia malah menyuruh mereka mengumpulkan batu-batu kecil. Dan itu timbangan. . . buat apa timbangan?</p>
<p>&#8220;Tentunya kalian semua tahu.&#8221; Bu Zahra memulai lagi pembicaraan, setelah melihat murid-muridnya berhasil mengumpulkan batu yang cukup banyak.</p>
<p>&#8220;Tahu, apa Bu!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, tahu, bahwa perut ibu kalian yang lagi hamil semakin hari semakin membesar. Betulkan?&#8221; Betul sih betul. Tapi, kenapa ia tidak mau berhenti bertanya dan segera mulai bercerita? Kini semua muridnya mulai enggan menjawab pertanyaan.</p>
<p>&#8220;Sekarang Ibu akan membuktikan pada kalian kalau ibu yang mengandung itu, semakin hari semakin bertambah lemah. Ya, dengan menggunakan batu-batu yang kalian kumpulkan. Ya juga, dengan menggunakan timbangan dan kantung plastik ini.&#8221;</p>
<p>Wah, seru juga apa yang dikerjakan Bu Zahra dengan timbangan dan kantong plastik yang dibawanya. Ternyata batu-batu yang dikumpulkan, sangat berguna untuk menjelaskan maksudnya.</p>
<p>Lihat saja. Sekarang masing-masing murid ditugaskan untuk menimbang batu-batunya. Beragam berat masing-masing kantung. Tapi Bu Zahra menyuruh muridnya   supaya tidak mengisi kantung plastik melebihi 3 kg.</p>
<p>Lucu juga. Bu Zahra memberitahukan kalau kantung plastik semakin diperberat bebannya, kantung itu akan kelihatan semakin besar. &#8220;Seperti ini, ya, Bu,&#8221; unjuk beberapa murid yang sudah selesai menimbang kantung batunya.</p>
<p>&#8220;Coba, sekarang kalian angkat plastik itu dengan kedua tangan kalian,&#8221; ajak Bu Zahra selepas semua kantung sudah ditimbang.</p>
<p>&#8220;Sekarang kita coba kuat-kuatan mengangkatnya. Yang paling lama mengangkatnya, dia yang paling kuat.&#8221;</p>
<p>Mungkin karena ingin jadi yang paling kuat, mereka berebut mengambil kantung plastik yang sedikit isinya. Yang tanggung sudah mengisinya terlalu berat pun, mengeluarkan lagi sebagian isinya.</p>
<p>Lima menit sudah berlalu. Belum ada satu pun murid yang menurunkan kantung batunya. Mereka malah mengangkat kantung plastik sambil ngobrol dan ketawa-tawa. Tapi tak lama kemudian, beberapa murid tampak sudah kelelahan. Siapa, ya, yang paling kuat?</p>
<p>&#8220;Wah, nampaknya kita bisa kehabisan waktu.kalian memang kuat-kuat. Hebat itu,&#8221; komentar Bu Zahra disela kesibukannya mengisi dan menimbang sendiri kantung batu yang baru.</p>
<p>&#8220;Karena semuanya hebat. Sekarang ganti, ya, bebannya dengan kantung yang Ibu timbang. Semua kantung ini beratnya 3 kg.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, inu. Kok, begitu sih,&#8221; gerutu Sarah. Sarah tampaknya kesal juga, terus-menerus dikerjain.</p>
<p>&#8220;Habis, kalau diteruskan dan sampai habis waktu belajar belum ketahuan jagoannya, tak jadi dong Ibu bercerita.&#8221; Mendapat jawaban demikian, Sarah tak meneruskan kekesalannya. &#8220;Ayo, sekarang kita buktikan siapa yang paling kuat!&#8221; muroid-murid berebutan mengganti kantung plastik dengan yang beratnya 3 kg.</p>
<p>Wah, mereka ternyatakepayahan juga lama-lama mengangkat batu seberat 3 kg. Murid laki yang tenaganya lebih besar juga, hanya kuat mengangkatnya beberapa menit saja. Buktinya, Tommy yang paling kuat tidak lebih dari lima menit dapat mengangkatnya.</p>
<p>&#8220;Nah, kalau kalian semua kepayahan mengangkat beban seberat itu, sekarang coba bayangkan ibumu yang sedang hamil besar. Kalian kan tahu, kalau bayi yang dilahirkan itu beratnya rata-rata 3 kg?&#8221; Bu Zahra akhirnya membuka rahasi permainannya.</p>
<p>&#8220;Tapi Bu, ibu kan tidak langsung membawa-bawa adik bayi yang beratnya 3 kg. Ya, kan?&#8221; Tommy yang tadi jadi paling kuat, memprotes penjelasan itu.</p>
<p>&#8220;Betul, betul sekali, apa yang dikatakan Tommy. Kan seperti Ibu sebutkan, perut ibu yang sedang mengandung semakin hari akan semakin membesar. Membesarnya perut ibu, itu tandanya semakin besar pula ukuran bayi yang dikandungnya. Semakin besar, ya, sama artinya dengan semakin berat.</p>
<p>&#8220;Jadi kalau tadi kalian masih bisa tertawa, waktu mengangkat beban yang tak seberapa beratnya. Sekarang coba bayangkan, apakah kalian mau kalau disuruh mengangkatnya selama berhari-hari, atau malah berbulan-bulan? Apa kalian tidak kesal dibuatnya kalau disuruh begitu?&#8221;</p>
<p>Semua murid tertwa mendengar pertanyaan Bu Zahra. Bagaimana mereka tidak tertawa. Bukankah sekalipun mereka kuat mengangkatnya, akhirnya mereka akan bosan kalau Cuma mengerjakan yang begitu-begitu saja?</p>
<p>Wah, tapi apa memang ada yang bakalan kuat, kalau merekja mengangkat beban 1 kg selama seharian sekalipun? Nah!</p>
<p>&#8220;Coba kalian bayangkan lagi. Bagaimana kalau ibu kita, mulai dari bulan pertama terus-menerus membawa beban itu, dan beban itu juga terus-menerus bertambah berat. Terus, terus, sampai akhirnya berat itu sekitar 3 kg. Terus, terus, sampai waktu melahirkan, waktu kandungannya berusia sekitar sembilan bulan. Terus, terus. . . .</p>
<p>&#8220;Hai, kenapa kalian jadi pada bengong?&#8221; Ibu Zahra mengagetkan muridnya yang keasyikan mendengar cerita. &#8220;Ayo, kalian bayanghkan lagi,&#8221; pintanya lagi, tanpa memberikan kesempatan untuk bertanyaterlebih dahulu. Padahal beberapa murid terlihat jelas mengacungkan tangan tinggi-tinggi.</p>
<p>&#8220;Apakah kalau kalian kepayahan waktu mengangkat batu-batu seberat 3 kg. Ibu kita yang harus membawa adik bayi mulai dari beratnya yang tak seberap[a, sampai kemudian seberat 3 kg selama sembilan bulan, tidak kepayahan?&#8221;</p>
<p>Bu Zahra senyum-senyum saja melihat muridnya yang keterusan bengong. Tapi alhamdulillah, ia masih menyempatkan diri menjawab pertanyaan muridnya. Baru setelah mereka puas dan mengerti kalau setiap ibu memang semakin hari semakin bertambah lelahdengan kandungan yang dibawanya. Ibu Zahra mengajak mereka bekerja bersama, merapikan kembali batu-batu yang dikumpulkan pada tempatnya semula.</p>
<p>Selesai mendengarkan adzan Ashar. Bu Zahra mengakhiri pengajian dengan doa bersama, dan tak lupa menjanjikan kan melanjutkan ceritanya pada besok hari.</p>
<p>Semua murid gembira. Mereka berlomba mengambil air wudhu.</p>
<p>DARI MH. ARIPIN ALI</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayuvew.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayuvew.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayuvew.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayuvew.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayuvew.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayuvew.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayuvew.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayuvew.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayuvew.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayuvew.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayuvew.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayuvew.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayuvew.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayuvew.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayuvew.wordpress.com&amp;blog=6418707&amp;post=57&amp;subd=ayuvew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/14/rahasia-batu-batu-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3fc9af757aa1985acb7a364fdab57d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayuvew</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HARI TERINDAH BAGI DERA</title>
		<link>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/14/hari-terindah-bagi-dera/</link>
		<comments>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/14/hari-terindah-bagi-dera/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 09:27:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayuvew</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>
		<category><![CDATA[sedih]]></category>
		<category><![CDATA[senang]]></category>
		<category><![CDATA[tegang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuvew.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Dera adalah anak yang cantik, manis, tinggi, dan baik. Dera adalah anak tunggal. Kedua orang tua Dera bekerja. Papa Dera bekerja sebagai direktur perusahaan terkenal. Sedangkan Mami Dera bekerja sebagai wanita karier yang sukses. Hidup Dera penuh dengan serba berkecukupan. Tapi, Dera merasa kalau ia tidak mempunyai kasih sayang dari orang tuanya yang cukup. Dera [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayuvew.wordpress.com&amp;blog=6418707&amp;post=54&amp;subd=ayuvew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dera adalah anak yang cantik, manis, tinggi, dan baik. Dera adalah anak tunggal. Kedua orang tua Dera bekerja. Papa Dera bekerja sebagai direktur perusahaan terkenal. Sedangkan Mami Dera bekerja sebagai wanita karier yang sukses. Hidup Dera penuh dengan serba berkecukupan. Tapi, Dera merasa kalau ia tidak mempunyai kasih sayang dari orang tuanya yang cukup. Dera mempunyai pembantu yaitu mbok inem. Kalau kedua orang tua Dera bekerja, yang menemani Dera adalah mbok inem atau sahabat sejati Dera. Dera mempunyai sahabat sejati yang bernama Riri. Dera dan Riri sudah bersahabat sejak kecil. Mereka bersekolah di SMP TARUNA BANGSA. Sekarang mereka duduk di kelas IX. Di SMP TARUNA BANGSA Dera mengagumi seorang anak laki-laki yaitu adik kelasnya yang bernama Gilang, ia baru duduk di kelas VII. Di sekolah Gilang terkenal mahir dalam bermain sepak bola. Dan Riri sahabat Dera sudah mempunyai pacar di SMP TARUNA BANGSA, nama pacar Riri adalah Fadli. Mereka pacaran sejak duduk di kelas VIII.</p>
<p>Pada saat di sekolah, jam istirahat, Dera dan Riri sedang duduk di depan kelas  dengan membawa makanan yang telah mereka beli di kantin. Tiba-tiba saja Riri melihat Gilang sedang mengikuti latihan bola kaki untuk lomba antar sekolah.</p>
<p>&#8220;Der, ada Gilang tuh, sedang latihan bola kaki&#8221;</p>
<p>&#8220;Mana-mana?&#8221; Cari Dera penuh semangat.</p>
<p><span id="more-54"></span></p>
<p>Akhirnya Dera pun melihat sosok Gilang yang sedang latihan bola kaki. Duh, betapa senangnya hati Dera yang sedang melihat cowok yang ia kagumi sedang bermain bola kaki. Tiba-tiba saja, pacar Riri yaitu Fadli datang menemui mereka. Fadli bingung, sebenarnya mereka berdua sedang ngapain.</p>
<p>&#8220;Hai, sedang apa kalian disini?&#8221; tanya Fadli penasaran kepada mereka.</p>
<p>Dengan kaget Riri menjawab &#8220;Biasa, sih Dera sedang melihat cowok yang</p>
<p>kagumi siapa lagi kalau bukan Gilang&#8221;.</p>
<p>Dera yang dibilang begitu tidak menanggapi apa-apa.</p>
<p>Kedatangan Fadli membuat Dera sedih. Kesedihannya teringat akan mantan pacar pertamanya dulu. Dulu Dera mempunyai pacar bernama Randy. Randy adalah pacar dan cinta pertama Dera. Randy dan Dera pacaran waktu mereka berdua duduk dikelas VII. Mereka pacaran hanya dua minggu. Dan mereka pun putus, karena Randy menduakan Dera. Dera gak tau apa salahnya pada Randy, sampai-sampai Randy menduakan cintanya. Padahal Dera sangat saying banget pada Randy. Semenjak mereka berdua putus, Dera hanya menangis, dan menangis. Dera merasa sakit hati dan dihianati oleh Randy yaitu cinta pertamanya. Dan Dera susah untuk melupakan Randy. Baginya melupakan Randy butuh waktu seumur hidup. Dera susah untuk melupakan Randy karena, Randy anak yang baik. Apalagi Randy memanggil Dera dengan sebutan nama, Dera pun sebaliknya memanggil Randy dengan sebutan nama. Bagi Dera itu sangat romantis, karena Dera tidak suka dipanggil yang aneh-aneh.  Dan kalau Dera melihat Randy, Dera akan menangis lagi teringat akan sakit hatinya pada Randy, dan kenangan-kenangan yang mereka lalui. Tapi, itu dulu, sekarang semenjak kelas IX Dera sudah mulai bisa untuk melupakan Randy. Walaupun rasa itu masih ada dihati Dera, karena Dera merasa harus tegar  menghadapi apa yang telah terjadi. Sejak saat itulah Dera merasa kalau cowok itu sama semuanya, suka menyakitkan hati perempuan. Dera pun berjanji pada dirinya tidak akan pernah pacaran lagi. Dan lagi pula Dera teringat akan penyakit yang dideritanya. Dera mempunyai penyakit tumor otak. Yang tau bahwa Dera mempunyai penyakit tumor adalah Riri. Kedua orang tua Dera tidak mengetahuinya, karena Dera tidak mau memberi tau kedua orang tuanya tentang penyakitnya ini. Dera takut kedua orang tuanya akan khawatir pada dirinya. Apalagi Dera akan menghadapi UN 2 minggu lagi.</p>
<p>&#8220;Woy Der, kenapa ko? Kok melamun sich?&#8221; Tanya Riri dan membuyarkan semua lamunan Dera.</p>
<p>Dera pun tak menanggapi apa yang dikatakan sahabatnya itu.</p>
<p>&#8221; Hello, kenapa melamun Der?&#8221; Tanya Riri lagi, karna pertanyaan sebelumnya belum di jawab.</p>
<p>&#8220;Eh, ga da apa-apa. Cuman ngiri aja lihat kalian berdua&#8221;</p>
<p>&#8220;Biasa aja kali Der. Kenapa ko ga cari pacar lagi aja?&#8221; jawab Fadli sebelum Riri menjawab.</p>
<p>&#8220;Ah, ga minat deh.&#8221; Kata Dera singkat. Karena tidak mau membahas tentang yang namanya pacaran.</p>
<p>Pulang sekolah Riri main kerumah Dera. Sesampainya dirumah Dera, mereka pun langsung masuk kekamar Dera. Saat tiba dikamar Dera, kedua sahabat itu langsung melayang ditempat tidur Dera yang berseprai bunga-bunga yang berwarna pink. Beberapa menit kemudian, Dera langsung duduk dipinggir tempat tidur. Riri pun mengikuti sahabatnya dan langsung duduk disebelahnya. Riri bingung melihat sahabatnya itu. Akhirnya Dera memulai pembicaraan. Dera pun menceritakan semuanya pada Riri, kenapa ia melamun tadi saat disekolah. Karena melihat sahabatnya itu yang sedang sedih, Riri memberikan pundaknya kepada Dera untuk tempat bersandar</p>
<p>&#8220;Da lah Der, gak usah dipikirin lagi. Yang sudah terjadi biarlah berlalu. Nanti jadi beban kamu lagi. Kamu kan tau sebentar lagi kita akan menghadapi UN, jadi lebih baik kamu fokuskan ke UN aja dulu.&#8221; Kata Riri menenangkan sahabatnya itu yang sedang menangis tersedu-sedu.</p>
<p>&#8220;Iya Ri, makasih ya udah nenangin aku. Kamu memang sahabat terbaikku&#8221; kata Dera lirih.</p>
<p>Akhirnya kedua sahabat itu pun asyik bercerita sambil belajar. Tiba-tiba saat Riri melihat jam, angka jarum jam menunjukkan pukul 21.30 WIB. Riri pun minta izin pada Dera untuk pulang</p>
<p>&#8220;Der, aku pulang dulu ya, soalnya da malam nih. Nanti kena marah sama nyokap lagi&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya udah hati-hati dijalan ya. bye&#8221;</p>
<p>&#8220;Bye. . .&#8221; kata Riri mengakhiri pertemuan mereka. Setelah Riri pulang, Dera tidak langsung tidur malahan ia termenung hingga larut malam.</p>
<p>Kring&#8230;.kring&#8230;. jam weker Dera berbunyi. Dengan malas-malasan ia mengambil jam wekernya.</p>
<p>&#8221; Ya ampun,&#8230; udah jam 06.30 telat ne&#8230;&#8221; teriak Dera.</p>
<p>Ia pun terburu-buru mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Dera berpamitan pada kedua orang tuanya, kemudian ia buru-buru keluar dari rumah. Disana terlihat pak Akbar supir pribadi keluarga Dera sedang menunggu Dera. Dera pun langsung masuk ke dalam mobil dengan membawa sepotong roti. Sesampai di halaman sekolah Dera melihat ke segala arah, ternyata semua siswa sudah masuk ke kelas masing-masing. Dera berlari dengan sekuat tenaga menuju kelasnya yang berada di ujung koridor. Tiba-tiba DUBRAAAK ia menabrak seseorang,</p>
<p>&#8221; Maafkan aku &#8221; kata Dera.</p>
<p>&#8221; Ngak apa-apa kok &#8221; ujar Gilang (cowok yang selama ini dikagumi Dera). Tanpa Dera sadari ternyata selama ini Gilang juga menaruh hati pada Dera. Deg..deg..deg.. begitulah bunyi jantung Dera saat ini</p>
<p>&#8221; Ini bukan kagum melainkan perasaan&#8230;&#8230;.. Akh.. aku tidak boleh memiliki perasaan itu&#8221; Dera berkata dalam hati.</p>
<p>Kemudian ia meninggalkan Gilang yang tak bergerak karena menabrak cewek pujaan hatinya.</p>
<p>&#8221; Maaf pak saya terlambat &#8221; kata Dera saat memasuki ruang kelas.</p>
<p>&#8221; Ya sudah, silakan duduk&#8221; kata Pak Hamzah guru yang mengajari pelajaran IPA.</p>
<p>Saat jam istirahat tiba, Dera hanya duduk di dalam kelas, ia masih memikirkan kejadian yang menimpanya tadi pagi. Beberapa menit kemudian bel tanda masukpun berbunyi dan Dera mengikuti pelajaran hingga bel pulangpun berbunyi. Saat melewati lapangan sepak bola, tampak seorang cowok sedang meringis kesakitan. Kemudian Dera menghampirinya dan berkata,</p>
<p>&#8220;Gilang, kamu kenapa ?&#8221;</p>
<p>&#8221; Gak apa-apa kok Cuma lecet sedikit &#8221; ujarnya pelan.</p>
<p>Dengan sigap Dera mengobati kaki Gilang yang terluka dan kebetulan Dera salah satu anggota PMR yang terbaik. Setelah lama berbincang-bincang Gilang menawarkan diri untuk mengantarkan Dera pulang. Dera menolak ajakan Gilang, tetapi Gilang terus memaksa. Akhirnya Dera mengalah dan Gilang pun mengantar Dera pulang dengan motor  blade kesayangannya.</p>
<p>Setibanya dirumah Dera langsung masuk ke kamar tanpa menghiraukan mbok inem yang memanggilnya. Di kamar Dera sangat gembira, karena ia bisa dekat sama Gilang. Dan ia senyum-senyum sendiri tak jelas dikamarnya, yang bisa dibilang seperti orang gila. Tiba-tiba ketukan pintu terdengar, Dera pun membuka pintunya. Dan ia pun mendapatkan mbok inem yang sedang berdiri di depan pintu.</p>
<p>&#8220;Non, kata nyonya, non disuruh makan dulu, baru tidur siang&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya mbok, Dera tukar baju dulu&#8221;.</p>
<p>Setelah mbok pergi, Dera pun menutup pintu. Dera menukar baju seragam sekolahnya dengan baju T-shirt berwarna pink dan celana pendek selutut berwarna biru tua. Setelah selesai tukar baju Dera pergi keruang makan, untuk makan siang. Dera merasa kenyang setelah makan. Ia pun langsung pergi kerumah Riri untuk menceritakan apa yang terjadi. Karena saat disekolah Dera tidak sempat cerita kepada Riri. Dera pun berpamitan kepada mbok inem.</p>
<p>Setelah sampai dirumah Riri, terlihatlah Riri sedang mau masuk kerumah, dengan menggunakan baju longgar berwarna orange dan menggunakan celana pendek berwarna putih.</p>
<p>&#8220;Eh Der, tumben ko kesini ada apa?&#8221; goda Riri.</p>
<p>&#8220;Ih Riri, ko gitu kali sih sama aku&#8221;</p>
<p>&#8220;Gak lah, cuman bercanda kok. Ayo masuk, kita kekamar aku aja ya&#8221;. Setibanya dikamar Riri, Dera menceritakan apa yang ingin ia ceritakan pada Riri. Mendengar semua cerita sahabatnya itu Riri merasa senang. Karena semenjak Dera disakiti oleh Randy, Dera tidak pernah sesenang ini.</p>
<p>&#8220;Tapi, bukannya ko hanya kagum sama Gilang ya?&#8221; tanya Riri penasaran.</p>
<p>&#8220;Memang iya. Terus kenapa? Ada yang aneh ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Gak, cuman bingung aja kok, ko bisa sesenang ini sih, padahal katanya ko cuman kagum!&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, aku tau itu. Kan ko tau sendiri, semenjak aku putus sama Randy, aku kan gak pernah dekat sama cowok lagi, selain pacar ko tuh, sih Fadli. Makanya itu aku senang&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya udah deh, terserah ko aja. Asal ko senang, aku pun ikut senang&#8221;.</p>
<p>Dera pun memeluk sahabatnya itu. Gak terasa air mata Riri mengalir dipipinya yang mungil itu. Karena sangking senangnya melihat sahabatnya itu. Mereka belajar bersama untuk persiapan UN. Karena 1 minggu lagi mereka akan menghadapi UN.</p>
<p>&#8220;Oia Ri, besokkan hari minggu. Gimana kalau kita lari pagi, mau gak?</p>
<p>&#8220;Tanya Dera kepada Riri yang sedang belajar sambil sms-an ma Fadli. Tapi, Kalau Riri sih, lebih banyak sms-annya dibanding belajarnya. Hehehehehe. . .</p>
<p>&#8220;Boleh juga tuh, soalnya kita kan da jarang lari pagi. Ya, sekalian reflesing, karena da mau ujian. Tapi, bolehkan aku ngajak Fadli?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, boleh-boleh aja sih. Tapi, nanti aku jangan dicuekin ya!&#8221;</p>
<p>&#8220;Yupz, tenang aja gak bakal deh. Kalau gitu besok kita ketemuan di taman jam 6 pagi ya!&#8221;</p>
<p>&#8220;OK deh. Oia, aku mau pulang juga nih, soalnya da jam 5 sore nih. Nanti kalau nyokap aku sampai duluan dan aku gak ada dirumah, yang ada aku bisa kena marah lagi. Ya udah deh. Sampai ketemu besok ya. Bye . .&#8221;</p>
<p>&#8220;Bye juga.&#8221;.</p>
<p>Keesokkan paginya Dera sudah bersiap-siap untuk pergi lari pagi. Jam 06.00 WIB Dera sudah sampai di taman dan ia duduk di salah satu bangku yang ada di taman. Sebelum Riri dan Fadli datang, Dera melihat sesosok cowok yang menurutnya ia kenal. Tapi, Dera belum jelas siapa cowok itu. Setelah melihat wajah cowok itu Dera kaget, karena cowok itu ternyata adalah Randy. Dera bingung apa yang harus ia lakukan. Randy pun mendekati Dera.</p>
<p>&#8220;Hai Der, pa kabar?&#8221; sapa Randy ramah</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah baik-baik aja. Randy sendiri?&#8221;</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah Randy juga baik-baik aja&#8221;.</p>
<p>Akhirnya mereka pun berbincang-bincang. Walaupun Dera sebenarnya malas berbincang-bincang sama Randy. Beberapa menit kemudian Riri dan Fadli datang. Dan mereka kaget siapa yang mereka lihat.</p>
<p>&#8220;Woy Der, sory ya telat, soalnya nunggu Riri nih lama banget&#8221;.</p>
<p>Riri yang dibilang begitu malah ngambek. Dan Fadli pun berusaha menjelaskan pada Riri kalau ia hanya bercanda. Akhirnya setelah Riri dah gak ngambek lagi, Dera, Riri, dan Fadli pun lari pagi bersama. Dan Randy pun ikut lari pagi bersama mereka.</p>
<p>Pulangnya, Dera diantar pulang oleh Randy.</p>
<p>&#8220;Makasih ya Ran, dah mau ngantarin Dera pulang&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya sama-sama. Kalau gitu Randy pulang dulu ya Der. Bye&#8221;</p>
<p>&#8220;Bye juga&#8221;.</p>
<p>Dera pun langsung masuk kamar dan pergi mandi. Setelah mandi, dan selesai mengenakan baju. Ia langsung membaringkan tubuhnya ke kasur. Dan ia bertanya dalam hati.</p>
<p>&#8220;Apakah Randy masih suka sama aku? Atau hanya menganggap aku sebagai teman?&#8221;</p>
<p>Bermacam-macam pertanyaan ada dikepala Dera. Dera pun gak tau kenapa ia bisa berfikiran kayak gitu, karena ia merasa melihat ada sesuatu di mata Randy. Tapi, ia gak tau apa itu.</p>
<p>&#8220;Ya udah ah, dari pada fikirin itu, mending aku tidur&#8221; kata Dera dalam hati. Dera pun tertidur pulas.</p>
<p>Sementara Randy yang berjalan pulang itu melamuni Dera. Ternyata Randy masih menyimpan perasaan sama Dera. Tapi Randy yakin, kalau Dera pasti sangat membenci dirinya. Karena ia merasa sudah menyakitkan hati Dera. Sepanjang perjalanan ia memikirkan bagaimana cara minta maaf kepada Dera.</p>
<p>Hari-hari Dera ia lalui dengan belajar. Ia belajar bersama Riri dan Fadli. Mereka belajar dengan sangat serius. Sampai-sampai ia merasa sedih, karena ia udah jarang ketemu sama Gilang. Saat belajar dirumah Dera, mereka belajar di pondok kecil ditaman depan rumah Dera. Tiba-tiba Randy lewat di didepan rumah Dera.</p>
<p>&#8220;Woy Ran, sini gabung sama kita belajar sama-sama&#8221; ajak Fadli.</p>
<p>Dera dan Riri yang mendengar perkataan itu kaget dan menganga.</p>
<p>&#8220;Ya udah, boleh deh kalau gitu&#8221;. Randy pun gabung bersama mereka. Mereka belajar membahas soal-soal yang mereka tidak mengerti. Tak terasa jam menunjukkan pukul 16.30 WIB Riri dan Fadli permisi pamit. Sedangkan Randy yang rumahnya dekat, ia masih ingin belajar bareng bersama Dera. Dera bingung akan semua itu. Pertanyaan yang kemarin, terlontar lagi dipikirannya. Tiba-tiba Randy mengagetkan Dera,</p>
<p>&#8220;Der, kamu kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Eh, gak apa-apa&#8221; jawab Dera gugup.</p>
<p>Akhirnya mereka pun melanjutkan belajar. Sampai jam menunjukkan pukul 17.30 WIB Randy baru pamit untuk pulang. Setelah Randy pulang, Dera langsung masuk kekamar. Ia merasa lelah dan ia pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sampai ia ketidur pulas.</p>
<p>Bulan demi bulan, minggu demi minggu, hari demi hari telah dilalui seluruh murid-murid kelas IX di seluruh Indonesia. Akhirnya Ujian Nasinal pun tiba. Murid-murid SMP TARUNA BANGSA terlihat tegang dan takut. Tapi, mereka harus buang jauh-jauh rasa tegang dan takut itu. Hari senin adalah UN B.Indonesia, hari selasa B.Inggris, hari rabu Matematika, dan hari kamis IPA Terpadu. Dera, Riri, dan Fadli selalu belajar bersama sambil mengerjakan soal-soal yang mereka punya. Tak terasa UN pun berakhir. Murid-murid SMP TARUNA BANGSA merasa lega dan mereka tinggal tunggu hasil UN yang telah mereka kerjakan selama 4 hari ini.</p>
<p>Setelah menghadapi UN murid-murid SMP TARUNA BANGSA tinggal menghadapi UAS dan Ujian Praktek. Tak terasa mereka pun juga sudah menyelesaikan UAS dan Ujian Praktek. Sekarang mereka hanya class meet. Setiap hari Dera melihat Gilang yang sedang latihan bola kaki. Betapa senangnya hati Dera melihat Gilang. Ia sangat kangen sama Gilang, karena semenjak hari-hari mau UN dia gak pernah melihat Gilang lagi. Dera bingung pada dirinya sendiri, sebenarnya ia kagum atau suka sih sama Gilang. Tapi, Dera tidak memikirkan itu semua.</p>
<p>Dera gak tau apa yang terjadi pada dirinya. Ia merasa lama-kelamaan penyakit yang dideritanya itu makin parah. Tapi, ia masih bersi keras tetap gak mau kasih tau ke orang tuanya. Gak terasa besok adalah Ujian Semester murid-murid kelas VII dan VIII. Setelah berakhir Ujian Semester, minggu depan adalah pengumuman LULUS murid-murid kelas IX. Murid-murid kelas IX SMP TARUNA BANGSA merasa sangat takut untuk mendengar pengumuman itu. Karena, semua itu terlahat dari semua murid. Pada hari senin murid-murid pulang sekolah pukul 10.00 WIB. Setelah pulang sekolah Dera, Riri, dan Fadli berencana ingin pergi nonton. Mereka janjian jam 13.00 WIB dirumah Dera. Tepat pukul 13.00 WIB Dera menunggu Riri dan Fadli datang di halaman. Sambil tunggu Riri dan Fadli, tiba-tiba Randy lewat. Saat melihat Randy, Dera langsung sembunyi. Karena, Dera tidak mau ketemu sama Randy lagi. Setelah Randy pergi, beberapa menit kemudian Riri dan Fadli datang. Dan mereka pun langsung pergi ke bioskop XXI. Mereka dapat tiket nonton jam 15.00 WIB dan filmnya habis jam 18.00 WIB.</p>
<p>Hari ini tepat tanggal 26 Juni 2009 pengumuman LULUS diumumkan. Sekarang Murid-murid SMP TARUNA BANGSA sangat tegang. Masing-masing anak disuruh mencari nomor ujian mereka di seluruh sekolah. Karena, nomor ujian mereka ditempel dimana-mana. Riri dan Fadli sudah menemukan nomor ujiannya. Riri menemukan nomornya dibelakang perpustakaan. Sedangkan Fadli menemukan nomornya di pohon dekat kantin. Sementara Dera belum juga mendapatkan nomor ujiannya. Gak terasa air mata Dera mengalir dipipinya yang imut-imut itu. Riri sebagai sahabatnya yang setia menemani Dera mencari nomornya. Sedangkan Fadli gak tau entah pergi kemana. Dihati Dera sudah penuh perasaan yang bercampur aduk. Seperti takut, sedih, tegang dan lain-lain. Akhirnya Dera menemukan nomornya di belakang ruang kepala sekolah. Di sana Dera dan Riri melihat ada sesosok cowok yang sedang berdiri. Cowok itu yaitu Gilang. Dera bangga karena akhirnya ia menemukan nomornya. Dan ia pun bingung mengapa ada Gilang disana.</p>
<p>&#8220;Hai Der, selamat ya kamu LULUS&#8221; kata Gilang membuka pembicaraan.</p>
<p>&#8220;Memangnya Gilang tau nomor ujiannya?&#8221; Tanyanya bingung dalam hati.</p>
<p>Raut wajah Dera yang bingung tampak diwajahnya. Gilang pun seakan tau apa maksud dari raut wajah Dera yang aneh. Dan ia langsung berbicara,</p>
<p>&#8221; Masa sih, nomor ujian cewek yang kita suka gak tau?&#8221;.</p>
<p>Dera yang mendengar itu semua makin gak ngerti apa maksud Gilang. Riri pun yang ada saat itu hanya bisa menganga. Tiba-tiba saja Fadli datang di tengah-tengah mereka.</p>
<p>&#8220;Iya Der, sebenarnya aku suka sama kamu&#8221; kata Gilang malu-malu.</p>
<p>Dera, Riri, dan Fadli kaget mendengar semua itu.</p>
<p>&#8220;Aku sayang sama kamu. Aku gak tau kenapa perasaan ini bisa ada. Aku suka sama kamu semejak kita tabrakan pada saat kita sama-sama telat kesekolah. Aku mau kamu jadi pacar aku!&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi, aku juga bingung, aku gak bisa tebak perasaan apa yang ada pada hatiku ini!&#8221; Kata Dera dengan menahan rasa sakit sambil memegang kepalanya. Dan muka Dera sudah sangat pucat pasi. Setelah beberapa menit kemudian,</p>
<p>&#8220;Gilang aku mau menjadi pacar kamu&#8221;.</p>
<p>Gilang yang mendengar semua itu langsung merasa senang. Dan terpancar wajah yang berseri-seri diwajahnya. Sedangkan Riri dan Fadli yang mendengar itu, merasa kaget sekaligus senang, karena akhirnya Dera bisa menemukan cowok yang menurutnya pantas buat dia. Dera dan Gilang pun berpelukan. Tiba-tiba saja, Dera pingsan dipelukan Gilang. Mereka semua bingung, karena gak tau apa yang mesti mereka buat. Muka Dera memang sangat terlihat pucat dari tadi. Riri yang mengetahui penyakit yang diderita sahabatnya itu, langsung menyuruh Gilang dan Fadli menggotong Dera . Sementara Riri mencari taksi.</p>
<p>Setibanya dirumah sakit. Dera langsung dibawa keruang ICU. Riri pun menelepon kedua orang tua Dera. Gilang yang baru saja menjadi pacar Dera merasa bingung.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya penyakit apa sih yang diderita Dera?&#8221; Tanya Gilang dalam hati. Kedua orang tua Dera pun sampai di rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Ri, Dera mana? Bagaimana keadaannya?&#8221; Tanya nyokap Dera dengan cemas.</p>
<p>Riri pun berniat menceritakan tentang penyakit yang diderita Dera.</p>
<p>&#8220;Tante, se. . se . . sebenarnya Dera mempunyai penyakit tumor otak. Dera tidak mau kasih tau tante karena, Dera takut tante khawatir sama keadaannya. Lagi pula kami kemarin juga sudah dekat dengan UN&#8221;.</p>
<p>Mereka semua yang mendengarkannya kaget. Terutama nyokap dan bokap Dera, sampai-sampai nyokap Dera pingsan sangking kagetnya. Gilang yang juga mendengar semua itu merasa kasihan terhadap pacarnya itu. Dan ia hanya bisa meratapi apa yang terjadi pada Dera. Tak lama kemudian nyokap Dera telah sadarkan diri. Dan dokter yang menangani Dera keluar dari ruang ICU.</p>
<p>&#8220;Dok bagaimana keadaan anak saya?&#8221; kata nyokap Dera yang tidak sabar ingin mendengar keadaan anak kesayangannya itu.</p>
<p>&#8220;Bu, anak ibu terserang penyakit tumor otak stadium 4. Kecil kemungkinan ia akan selamat&#8221;.</p>
<p>Mereka semua yang mendengar berita itu hanya bisa berdo&#8217;a pada ALLA SWT agar Dera dapat diselamatkan. Nyokap Dera yang sangat terpukul atas berita itu, langsung meminta izin kepada dokter untuk melihat anak kesayangannya itu. Dokter pun memberi izin karena Dera sudah siuman. Nyokap Dera masuk keruangan ICU dan langsung memeluk anak kesayangannya itu. Setelah nyokap Dera melepaskan pelukannya itu, Dera pun memulai berbicara dengan lemasnya.</p>
<p>&#8220;Ma, Pa, Dera minta maaf ya, karena Dera tidak memberi tau kepada Mama dan Papa. Karena Dera takut Mama dan Papa khawatir sama Dera. Ri, terima kasih ya atas segalanya. Karena kamu sudah mau menemaniku disaat aku sedih, susah, senang, gembira. Dan kamu adalah sahabatku yang paling baik. Fadli tolong jaga Riri baik-baik ya. Jangan sampai kamu menyakitinya. Gilang maafkan aku ya. Karena hubungan kita hanya sebentar saja sampai disini. Sebenarnya aku kagum banget sama kamu semenjak aku pertama kali ketemu kamu. Sekali lagi aku minta maaf ya sama kamu&#8221;.</p>
<p>Mama Dera yang mendengar semua itu, langsung memeluk anak kesayangannya lagi. Tiba-tiba Mama Dera merasa, kalau Dera tidak bergerak lagi. Dokter yang berada disitu langsung memeriksa keadaan Dera tapi, dokter tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Tenyata kata-kata itulah yang keluar dari mulut Dera untuk terakhir kalinya. Di situlah hembusan nafas terakhir Dera dihembuskan. Mereka yang berada semuanya disana menangis, karena ditinggalkan oleh Dera yang sangat mereka cintai. Mami dan Papi Dera merasa bersalah karena selama ini jarang memerhatikan anaknya itu. Riri sahabat Dera sejak kecil merasa sangat kehilangan sahabat sejatinya itu. Fadli merasa teman terbaiknya hilang begitu saja. Sedangkan Gilang, sangat sedih karena ditinggalkan oleh cewek yang ia sayangi. Siang ini juga Dera dimakamkan. Dera dimakamkan disertai rintikan air hujan. Terlihatlah di tempat pemakaman ada Mami dan Papi Dera, Riri, Fadli, Gilang, Randy, dan juga guru-guru, tetangga, dan teman-teman Dera. Mereka semua berharap agar Dera diterima disisi ALLAH SWT.</p>
<p>Hari ini tepat tanggal 27 Juni 2009. Dimana pada hari inilah Dera berulang tahun. Orang tua Dera mengadakan acara wiritan dirumahnya pada pukul 19.30 WIB. Sedangkan Riri, Fadli, dan Gilang datang kemakam Dera dengan membawa bunga, untuk do&#8217;a bersama. Sementara Randy yang masih punya rasa pada Dera menulis surat dikertas. Surat itu berisi pengungkapan perasaan Randy kepada Dera, dan do&#8217;a Randy untuk Dera, agar Dera tenang di alam sana. Kertas itu pun diterbangkan oleh Randy dengan disertai sebuah balon. Balon dan kertas itu diterbangkan diatas bukit, dimana pada saat disanalah Randy mengatakan perasaannya pada Dera dulu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayuvew.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayuvew.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayuvew.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayuvew.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayuvew.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayuvew.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayuvew.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayuvew.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayuvew.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayuvew.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayuvew.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayuvew.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayuvew.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayuvew.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayuvew.wordpress.com&amp;blog=6418707&amp;post=54&amp;subd=ayuvew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayuvew.wordpress.com/2009/04/14/hari-terindah-bagi-dera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3fc9af757aa1985acb7a364fdab57d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayuvew</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://ayuvew.wordpress.com/2009/02/02/hello-world/</link>
		<comments>http://ayuvew.wordpress.com/2009/02/02/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 12:50:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayuvew</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayuvew.wordpress.com&amp;blog=6418707&amp;post=1&amp;subd=ayuvew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayuvew.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayuvew.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayuvew.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayuvew.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayuvew.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayuvew.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayuvew.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayuvew.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayuvew.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayuvew.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayuvew.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayuvew.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayuvew.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayuvew.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayuvew.wordpress.com&amp;blog=6418707&amp;post=1&amp;subd=ayuvew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayuvew.wordpress.com/2009/02/02/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3fc9af757aa1985acb7a364fdab57d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayuvew</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
